Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sistem dan Fungsi Sistem Reproduksi Ayam Betina

Sistem dan Fungsi Sistem Reproduksi Ayam Betina – Ayam betina memiliki organ reproduksi yang sangat berbeda dengan sistem reproduksi yang terdapat pada ayam jantan.  Sistem reproduksi ayam betina terdiri atas dua bagian utama, yaitu Ovarium yang merupakan tempat sintesis steroid sexuel, gametogenesis dan perkembangan serta pemasakan kuning telur. Adapun bagian kedua adalah Oviduk yaitu tempat menerima kuning telur masak, sekresi putih telur dan pembentukan kerabang (cangkang) telur.

Pada kebanyakan unggas terutama ayam, hanya ovarium kiri yang berkembang dan berfungsi. Sedangkan ovarium kanan mengalami rudimenter.

Untuk mengenal lebih jauh setiap organ reproduksi ayam beserta fungsinya, berikut adalah penjelasannya :

  • Oviduct (Indung Telur)

Oviduk adalah salah satu organ yang menghasilkan telur pada ayam betina. Oviduk sendiri memiliki panjang 1,5 sentimeter dengan berat sekitar 60 gram, pada minggu ketiga pada saat dewasa kelamin. Oviduk ini berperan untuk menghasilkan sel telur yang telah dibuahi spermatozoa untuk menghasilkan telur sempurna.

  • Infundibulum atau Papilon

Fungsi utama organ ini adalah untuk menampung atau menangkap ovum yang masak. Memiliki panjang sekitar 9 sentimeter, memiliki ukuran yang sangat tipis. Bagian ini mampu mensekresikan sumber protein yang sudah diterima selama 15-30 menit.

  • Magnum

Magnum merupakan bagian yang paling panjang dalam oviduk, yaitu sekitar 33 sentimeter. Magnum tersusun dari glandula trubuler yang sangat sensibel dimana sintesa dan sekresi putih telur terjadi pada organ ini. Mukosa dari maknum tersusundari sel gobelet yang mampu mensekresikan putih telur yang kental dan cair. Kuning telur berada di magnum untuk dibungkus dengan putih telur, yang memakan waktu sekitar 3,5 jam.

  • Isthmus

Isthmus merupakan organ lanjutna dari magnum, dimana setelah pembentukan putih telur selanjutnya dilakukan pembentukan selaput telur. Panjang dari isthmus sekitar 10 sentimeter. Sel telur berada pada organ ini kurang lebih sekitar 1 – 1,5 jam. Isthimus yang berada di bagian depan atau yang berada dekat dengan magnum memiliki warna putih, sedangkan 4 sentimeter yang terakhir pada bagian isthmus mengandung banyak pembuluh sehingga memberikan warna merah.

  • Uterus

Setelah terjadi pembentukan selapur telur dilanjutkan pada bagian uterus, yang merupakan organ lanjutan dari Isthmus, untuk pembentukan kerabang atau cangkang telur. Proses pembentukan ini berlangsung sekitar 20 jam.

  • Vagina

Bagian ini adalah salah satu organ yang tidak melakukan sekresi dalam pembentukan telur dalam sistem reproduksi ayam betina, keculai dalam pembentukan kutikula.

Vagina hanya menjadi sebuah lintasan telur dan juga tempat keluarnya urine dan feses. Vagini dilintasi telur sekitar 3-4 menit, dan selanjutnya setelah 30 menit akan mengalami peneluran kembali sehingga terjadi ovulasi.

  • Kloaka

Kloaka merupakan bagian akhir di dalam sistem reproduksi ayam betina. Organ ini akan mengeluarkan telur yang sudah jadi.

Total waktu yang dibutuhkan seekor ayam betina untuk membentuk sebutir telur adalah 25-26 jam. Oleh karena itu, seekor ayam tidak mampu bertelur lebih dari dua butir dalam sehari.

Selain itu sistem reproduksi ayam betina juga bersifat tunggal artinya hanya ovarium bagian kiri saja yang mampu berkembang.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!