Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

“Telur, telur

Ulat, ulat

Kepompong

Kupu-kupu”

Pernah mendengar potongan lagu di atas? Ya, potongan lagu tersebut menggambarkan perubahan fisik yang dialami kupu-kupu selama hidupnya. Beberapa hewan, dalam proses perkembangan dirinya menjadi dewasa, memang mengalami perubahan fisik. Hewan-hewan tersebut harus melewati beberapa tahapan dalam hidupnya untuk menjadi dewasa. Proses ini biasa disebut dengan metamorfosis.

Metamorfosis adalah sebuah proses biologis pada hewan, dimana hewan akan mengalami perubahan fisik. Perubahan fisik tersebut termasuk pada perubahan struktur sel pada hewan. Terdapat dua macam metamorfosis yang dapat terjadi pada hewan, yaitu:

Juga biasa disebut holometabolisme, merupakan proses metamorfosis dimana hewan akan melalui 4 tahap pertumbuhan, yaitu telur, larva, pulpa, dan dewasa. Holometabolisme atau metamorfosis sempurna ini biasa terjadi pada kupu-kupu ataupun katak.

Pada jenis metamorfosis ini, bentuk larva sangat berbeda dengan bentuk dewasanya. Maka dari itu, kita dapat melihat adanya perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda pada kupu-kupu dari menetasnya ia dari telur hingga mencapai tahap dewasa.

Setelah menetas dari telurnya, kupu-kupu tidak memiliki bentuk seperti kupu-kupu yang biasa kita lihat, melainkan berupa ulat. Pada saat berbentuk ulat inilah, pertumbuhan kupu-kupu berada di tahap larva.

Kemudian, ulat nantinya akan memasuki tahap pertumbuhan pulpa dengan bentuk yang biasa kita sebut sebagai kepompong. Dalam tahap pulpa, tampak seperti merupakan tahap istirahat. Namun, di dalamnya justru terjadi berbagai bentuk proses penyempurnaan biologis untuk memasuki tahap dewasa dalam wujud kupu-kupu.

  • Metamorfosis tidak sempurna

Juga biasa disebut hemimetabolisme , merupakan proses metamorfosis dimana hewan akan melalui 3 tahap pertumbuhan, yaitu telur, nimfa, dan dewasa.

Hemimetabolisme atau metamorfosis tidak sempurna ini biasa terjadi pada serangga seperti, belalang ataupun jangkrik, dan jenis serangga lainnya. Berbeda dengan holometabolisme, pada hemimetabolisme perbedaan bentuk yang terjadi dari tiap tahap proses pendewasaan pada hewan tidak terlalu signifikan.

Baik pada tahap nimfa hingga tahap dewasa, serangga dengan proses hemimetabolismenya, memiliki bentuk tubuh yang sama, hanya saja terdapat perubahan ukuran dimana hewan memiliki ukuran tubuh semakin besar di proses pendewasaannya.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!