Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Transkripsi DNA

Pengertian Transkripsi DNA – Yang dimaksud dengan ‘gen’ adalah rangkaian proses yaitu urutan ‘DNA’ yang memiliki tujuan mengkode kepada informasi genetik. DNA yang dimaksud dalam hal ini adalah terdiri dari 2 helai bagian yang sama – sama saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya dimana mereka satu sama lain mampu berjalan secara ‘antiparalel’ dengan dilengkapi / mempunyai 5 / 3 untaian DNA.

Kedua helai bagian yang dimaksud di atas masing – masing diberi label yaitu sebagai ‘template’ dan ‘untai koding’. Template bertindak sebagai fungsi ‘cetak biru’ guna memproduksi urutan ‘RNA transkrip’ sedangkan untai koding merupakan salah satu versi DNA yang didapat melalui rangkaian proses urutan transkrip. Adapun transkrip yang dimaksud berhubungan dengan kondisi ini adalah produksi berupa salinan gabungan antara RNA dengan bagian – bagian DNA yang berlangsung melalui kondisi dihadapan ‘enzim’ ‘RNA polimerase’ di dalam inti.

Adapun enzim RNA polimerase akan menambahkan ‘Nukleotida’ RNA ke dalam untai RNA yang di dalam tubuh sedang tumbuh. Akan membentuk alur yang dilengkapi dengan DNA 3 ke 5 dan nantinya akan melengkapi 5 ke 3 yang masing – masing akan menghasilkan untai RNA menyerupai / identik dengan untai DNA koding terkecuali kerjasama dengan ‘basa timin’ akan diganti dengan ‘urasil’ pada molekul RNA.

Transkrip akan dijelaskan secara rinci sebagai sintesis RNA dari template DNA. Adapun yang dimaksud dengan transkrip DNA adalah sebuah proses dimana terjadi yaitu informasi genetik akan ditranskripsikan dari DNA ke RNA yang nantinya akan digunakan untuk melakukan produksi / memproduksi zat – zat protein.

Proses Transkripsi DNA

Dalam kondisi ini transkripsi DNA dilakukan sebanyak 3 langkah utama yaitu Inisiasi, Elongasi, dan Terminasi.

Inisiasi

Transkripsi pada DNA akan terjadi melalui kerjasama dengan enzim RNA Polimerase dimana di dalamnya ada urutan Nukleotida secara spesifik yang memiliki fungsi untuk mengatur RNA polimerase untuk memulai dan mengakhiri proses sintesis itu sendiri. RNA polimerase memulai proses dengan menempel pada DNA dalam area spesifik yang dikenal dengan istilah ‘Promoter’.

Elongasi

Zat – zat berupa protein yang dikenal sebagai salah satu faktor transkripsi akan membuka rangkaian untai DNA guna memungkinkan enzim – enzim RNA polimerase melakukan kerjasama dengan untai tunggal DNA sehingga menyatu dengan untai RNA ‘polimer’. Selanjutnya untai RNA polimer sebagai ‘messenger RNA’ atau mRNA akan melakukan fungsi sebagai ‘template’ atau disebut dengan istilah ‘untai antisense’ dengan lawannya yaitu untai yang tak ditranskripsi dikenal sebagai ‘untai sense’.

Terminasi

Enzim RNA polimerase akan bergerak di sepanjang area untai DNA hingga kelompok ini menemukan titik / ‘kodon terminator’. Pada titik – titik terminator ‘sequnece’, RNA polimerase akan melepaskan ‘polimer mRNA’ untuk selanjutnya melepaskan diri dari molekul DNA.

Faktor Transkripsi

Proses transkripsi dilakukan oleh RNA polimerase, dimana proses ini pada umumnya membutuhkan enzim – enzim lainnya guna menghasilkan transkrip. Nah faktor – faktor inilah yang erat hubungannya secara langsung dengan RNA polimerase / terhadap penjaga / aparat transkripsi yang sejati. Dimana zat yang dihasilkan adalah protein yang selanjutnya dikenal sebagai faktor transkripsi yang utama.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang pengertian dan hal – hal terkait dengan transkripsi DNA, semoga memberikan manfaat !

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!