Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Sejarah, dan Contoh Liberalisme

Pengertian, Sejarah, dan Contoh Liberalisme – Pengertian Liberalisme dapat memiliki banyak makna. Saat ini ketika kata liberal disematkan dalam satu kalimat, yang terpikirkan adalah tentang kebebasan.

Pengertian, Sejarah, dan Contoh Liberalisme
Pengertian, Sejarah, dan Contoh Liberalisme

Kebebasan dalam berpikir, kebebasan dalam berperilaku serta kebebasan dalam berpendapat. Liberal berasal dari bahasa latin yaitu liber yang berarti bebas, atau bukan seorang budak. Liberal sering juga dikaitkan dengan paham politik, dan memang pada awal perkembangannya, liberalisme merupakan salah satu paham politik.

Liberalisme sebagai sebuah paham politik mengedepankan permasalahan individu, hak individu dan kesetaraan kesempatan bagi semua orang. Namun paham liberalisme bisa berbeda antara satu negara dengan negara lain.

Terdapat dua tipe dari ideologi liberalisme, yang pertama yaitu liberalisme klasik yang berpendapat bahwa kebebasan merupakan keadaan dimana individu tidak mendapatkan tekanan atau kekerasan.

Liberalisme klasik percaya bahwa satu-satunya intervensi yang dapat dilakukan oleh negara adalah dengan memberlakukan pajak serta peraturan yang dapat menjaga kebebasan individu dan hak terhadap kepemilikan.

Sedangkan liberalisme sosial atau yang lebih dikenal sebagai liberalisme modern percaya bahwa pemerintah harus turut berperan aktif dalam mempromosikan kebebasan warganya.

Dan kebebasan dapat terjadi apabila warga negara dalam keadaan sehat, berpendidikan dan bebas dari kemiskinan.

Liberalisme sosial meyakini bahwa kebebasan ini dapat diraih apabila pemerintah menjamin hak atas pendidikan, jaminan kesehatan serta upah, serta menghindari adanya diskriminasi dalam memperoleh tempat tinggal, mencari pekerjaan dan hukum terkait pencemaran agar lingkungan dapat tetap terjaga. Penyediaan segala hal yang mendukung kesejahteraan tersebut dapat tercapai melalui pemberlakukan pajak yang adil.

Pada awalnya…

Perjalanan liberalisme hingga menjadi ideologi seperti sekarang tentulah sangat panjang. Tiap negara memiliki sejarah menuju liberalisme atau kekebasan yang berbeda. Ide mengenai kebebasan, yaitu kebebasan ekonomi yang meliputi hak untuk memiliki properti serta kebebasan intelektual meliputi kebebasan untuk dapat berpikir diutarakan pertama kali oleh John Locke, seorang filsuf asal Inggris pada tahun 1689. Salah satu pemikir besar lain yang berkontribusi dalam liberalisme adalah Adam Smith, seorang ekonom yang berasal dari Skotlandia.

Ide Adam Smith yaitu bahwa manusia dapat mengendalikan kehidupan moral dan ekonomi tanpa keterlibatan dari negara, hal yang memperkuat negara adalah ketika warga negara bebas untuk mengikuti nalurinya, ide ini membuatnya lebih mengutamakan pekerjaan yang membawa keuntungan yang lebih di masyarakat.

Di Amerika, liberalisme awalnya dipengaruhi oleh revolusi amerika (1775-1783) dengan semboyannya yaitu “hidup, kebebasan dan upaya mencapai kebahagiaan”. Liberalisme terus berkembang dalam kehidupan politik utamanya di negara barat pada saat itu.

Memasuki abad 20, setelah beberapa puluh tahun liberalisme berjalan, mulai muncul ketidaksetaraan kekayaan, sehingga muncullah ide mengenai liberalisme sosial atau liberalisme modern, yang berbeda dengan ide John Locke. Liberalisme modern tetap mengutamakan peran pemerintah dalam upaya mencapai kesejahteraan warga negara.

Liberalisme dalam Kehidupan Keseharian

Sebagai ideologi yang sudah lama berkembang, liberalisme dapat dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Liberalisme berarti seorang anak bebas memilih sekolah sesuai dengan kemampuan dan tujuannya serta cita-citanya.

Baca Juga :

Atau liberalisme bisa juga seorang anak dari keluarga tidak mampu bisa mendapatkan haknya bersekolah melalui kebijakan yang diatur oleh negara. Liberalisme bisa jadi kebebasan warga negara dalam memberikan kritik terhadap suatu hal. Atau kebebasan dalam membuka usaha apapun selama tidak menentang hak asasi atau merugikan masyarakat.

Liberalisme berarti seseorang memeroleh hak yang sama dalam memeroleh pekerjaan, atau apabila mengikuti ide liberalisme klasik, seseorang dengan kemampuan dan keterampilan yang menguntungkan pemberi kerja tentu memiliki kesempatan untuk dipekerjakan.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!