Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Perseroan Terbatas

Pengertian Perseroan Terbatas – Perseroan Terbatas atau yang biasa disingkat dengan PT merupakan suatu bentuk badan usaha berbadan hukum dimana modal yang dimiliki oleh perseroan tersebut berasal dari saham-saham yang diperjualbelikan.

Pengertian Perseroan Terbatas
Pengertian Perseroan Terbatas

Setiap orang bisa memiliki lebih dari satu saham perseroan yang mana menjadi bukti kepemilikan perseroan tersebut. Pemilik saham dalam PT memiliki tanggung jawab yang terbatas yaitu hanya sebanyak saham yang dimilikinya.

Pemilik saham akan mendapatkan bagian keuntungan melalui yang disebut dengan dividen yang besarannya berbeda-beda setiap pemegang saham, tergantung besar kecilnya keuntungan perusahaan pada saat pembagian dan kepemilikan saham masing-masing pemilik.

PT memiliki tujuan untuk mencari keuntungan karena memiliki fungsi komersial dan fungsi ekonomi.

Perseroan Terbatas dapat dibedakan menjadi dua jenis, PT Terbuka dan PT Tertutup. Perseroan Terbuka merupakan perusahaan yang sahamnya terdapat dalam pasar modal atau diperjualbelikan secara umum di pasar modal, sehingga untuk kepemilikan perusahaannya bisa berubah-ubah tanpa perlu adanya pembubaran perusahaan.

Sedangkan dalam perseroan tertutup, kepemilikannya tidak dapat diperjualbelikan (saham) secara bebas di pasar modal, biasanya kepemilikannya dimiliki oleh kelompok tertentu atau perorangan yang mendirikan perseroan tersebut berdasarkan anggaran rumah tangga perseroan tersebut.

Pendirian sebuah PT haruslah berdasarkan perjanjian. PT harus didirikan oleh lebih dari satu orang yang sepakat untuk mendirikan perseroan, dan mereka yang berjanji akan memasukkan modal dari masing-masing yang kemudian akan menjadi modal perseroan dalam bentuk saham.

Baca Juga :

Perjanjian pendirian haruslah dibuat dalam akta notaris agar dapat sah menjadi Badan Hukum, akta notaris tersebut pun harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI.

Dalam pendirian perseroan terbatas harus adanya organ yang mengurus dan akan menjalani perseroan tersebut yang terdiri dari Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.

Untuk perseroan terbuka biasanya Dewan Direksi dan Komisaris dipilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dimana dalam RUPS dibahas pula mengenai anggaran perseroan dan wewenang lainnya, dikarenakan RUPS ini merupakan organ perseroan yang memiliki kedudukan tertinggi dalam suatu PT, terutama dalam perseroan terbuka.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!