Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Fotosintesis

Pengertian Fotosintesis – Tumbuhan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kelangsungan hidup di bumi. Melalui tumbuhan, kita memperoleh oksigen yang kita hirup setiap waktu. Oksigen dihasilkan dari proses fotosintesis.

Fotosintesis merupakan proses reaksi kimia yang terjadi antara karbondioksida, air dan cahaya matahari.

Ketiga sumber fotosintesis tersebut akan diolah di kloroplas yang mengandung banyak pigmen, yaitu molekul yang memberikan warna pada tumbuhan, bernama klorofil.

Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang bisa menyerap cahaya merah dan biru dari sinar matahari.

Cahaya ini kemudian akan menghasilkan energi kimia yang nantinya akan menghasilkan oksigen dan senyawa organik yang kaya energi.

Pigmen yang membantu proses fotosintesis tidak hanya terdiri dari klorofil, namun terdapat 3 jenis utama pigmen, yaitu :

  • klorofil

Pigmen berwarna hijau pada tumbuhan yang dapat menyerap cahaya biru dan merah dari sinar matahari. Sinar matahari inilah yang menjadi energi pada saat proses fotosintesis.

  • karotenoid

Pigmen berwarna oranye, merah dan kuning yang menyerap cahaya biru kehijauan. Cahaya yang diserap oleh karotenoid akan disalurkan ke klorofil dan klorofil akan membantu untuk menyatukan dengan sinar matahari yang diserapnya.

  • phycobilins

Pigmen berwarna merah dan biru-hijau yang dapat menyerap cahaya matahari yang  jangkauannya tak dapat diserap oleh kedua pigmen lain seperti cahaya yang ada di kedalaman perairan laut.

Dengan bantuan pigmen ini, beberapa alga merah membentuk kulitnya yang keras kemudian menjadi terumbu karang.

Saat melakukan proses fotosintesis, tumbuhan memberikan dua reaksi. Reaksi dari proses fotosintesis tersebut yaitu,

  • Reaksi tergantung cahaya

Reaksi yang membutuhkan cahaya terjadi di membran tilakoid yang teletak pada kloroplas. Cahaya yang telah diserap akan diubah menjadi ATP dan NADPH. Kemudian cahaya akan mengumpulkan molekul pigmen dan protein yang disebut dengan potosistem.

Potosistem terletak di membran tilakoid. Energi yang berasal dari cahaya akan berjalan hingga mencapai klorofil. Energi dari cahaya akan membuat elektron berusaha untuk memecah atom pada klorofil.

Karena elektron telah berpindah ke klorofil, maka untuk menggantikan elektron yang ada, molekul air terpecah dan membentuk oksigen.

  • Reaksi tidak tergantung cahaya

Reaksi tidak tergantung cahaya juga dikenal sebagai siklus Calvin-Benson. Reaksi ini terjadi di stroma dari kloroplas.

Baca Juga :

Pada reaksi ini, energi yang dihasilkan dari reaksi bergantung cahaya yaitu ATP dan NADPH akan digunakan untuk mengubah karbondioksida menjadi karbohidrat terutama glukosa.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!