Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Dan Sejarah Perkembangan Struktur DNA

Pengertian Dan Sejarah Perkembangan Struktur DNA – Masing – masing organisme mempunyai materi genetik yang tersimpan di dalam DNA. Anda akan menjumpai beberapa kode yang mengacu kepada media untuk mengatur kehidupan sekelompok / suatu organisme.

Struktur DNA dan RNA

Sejak ditemukan, DNA merupakan pusat perkembangan dari ‘Biologi Molekuler’ yang berfungsi untuk memaksimalkan kemampuan beberapa kode guna mengidentifikasi antara sebuah hubungan dalam satu kelompok dari suatu organisme.

Nah melalui artikel kami kali ini akan membahas tentang pengertian dan sejarah perkembangan struktur DNA berdasarkan atas definisi yang kami rangkum dari berbagai sumber berita.

DNA tersimpan pada ruang inti dan berfungsi untuk mengatur masing – masing metabolisme di dalam sel – sel yang dimaksud. Sejak pertama kali ditemukan, DNA diketahui bisa bermanfaat sebagai media guna mengendalikan suatu kehidupan dari sekelompok / sebuah organisme. DNA mampu menjalankan fungsi untuk memperbaiki area dimana mereka bisa berkembang sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan berskala kecil atau parah.

Mengenal Struktur DNA

DNA adalah sejenis senyawa ‘Polinukleat’ yang terdiri atas susunan dalam sebuah rangkaian atas satuan yaitu berupa zat Asam Nukleat yang dalam istilah Biologi dikenal dengan nama ‘Nukleotida’.

Perkembangan teknologi di masa depan selanjutnya memberi kemudahan kepada para ilmuwan di seluruh dunia untuk mampu melakukan penelitian guna mengamati perkembangan organisasi pada tingkat ‘Molekuler’ seperti ‘Polinukleotida’ dimana masing – masing dari Nukleotida tersusun atas : gula ‘Pentosa’ bernama ‘Deoxyribosa’, ‘Phospat’, dan Basa Nitrogen ‘Adenin’ dan ‘Guanin’serta Basa Pirimidin yang terdiri atas ‘Timin’, dan ‘Sitosin’.

Beberapa ahli sukses memanfaatkan perkembangan teknologi guna melakukan penelitian tentang struktur DNA.

Adalah Erwin Chargaff merupakan seorang ahli yang melakukan penelitian tentang struktur DNA dengan mengaplikasikan teknik ‘Kromatografi’ guna menganalisis komposisi terhadap struktur DNA. Hasil penemuannya adalah menjelaskan tentang jumlah Basa Adenin bercampur dengan Basa Timin dan Basa Guanin bercampur dengan Basa Sitosin yang dikenal sebagai media untuk mengatur, disebut dalam istilah Biologi adalah Aturan Chargaff.

Penelitian kedua dilakukan oleh Rosalin Franklin yang menjelaskan tentang penelitian yang sama, dengan melakukan dan menggunakan media berupa sinar X atau penyinaran radioaktif terhadap DNA dimana hasilnya menunjukkan bahwa DNA merupakan senyawa yang mempunyai bentuk spiral / ‘Heliks’ dan selanjutnya penelitian / temuan – temuan lainnya dilakukan oleh Watson & Crick guna meneliti tentang bagaimana struktur dari DNA terbentuk.

Menurut Watson & Crick menjelaskan tentang struktur DNA hasil dari penelitian mereka adalah sebagai berikut :

  • DNA adalah sebuah rantai Heliks yang memiliki sifat ganda antiparalel dimana jika dibuka maka akan membentuk rupa mirip dengan sebuah tangga.
  • Ikatan gula Pentosa dengan Phosphat akan melebur lalu membentuk ibu tangga yang letaknya dibagian luar, sedangkan ikatan Basa Nitrogen pada kedua pita dalam struktur DNA akan membentuk anak tangga.
  • Molekul – molekul DNA tersusun oleh 2 rantai bernama Polinukleotida yang menghubungkan antara 2 rantai ini dengan ikatan Basa Nitrogen.

Nah kembali ke penjelasan dari kami tersebut di atas, di dalam Aturan Chargaff ditemukan bahwa Basa Purin selalu berpasangan dengan Basa Pirimidin sehingga mendapatkan jumlah Basa Purin yang seimbang dengan Basa Pirimidin.

Semoga bermanfaat !

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!