Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian  Dan Penyebab Disleksia

Pengertian  Dan Penyebab Disleksia – Yang dimaksud dengan Penyakit Disleksia adalah sebuah kondisi pemrosesan input atau masukan – masukan informasi yang bersifat berbeda – beda terhadap sekelompok anak – anak normal yang kerap ditandai dengan kesulitan mereka dalam membaca sehingga mempengaruhi area kognisi seperti terhadap daya ingat, kecepatan dalam pemrosesan input, kemampuan dalam pengaturan waktu, aspek koordinasi dan pengendalian gerak (Shaywitz, 2008 : 453).

Pengertian Disleksia adalah salah satu bentuk dalam kesulitan proses belajar yang dialami oleh seseorang di dalam melakukan kegiatan membaca yang muncul karena setengah dari saraf di dalam otak tak mampu bekerja secara optimal.

Nah berikut ini kami berikan beberapa pengertian tentang Disleksia yang dirangkum dari beberapa sumber.

Menurut Thomas dan Benasich menjelaskan lebih lanjut tentang Disleksia adalah kesulitan yang sedang dialami oleh seseorang dalam hal menguraikan, memahami, dan membaca teks sehingga orang yang bersangkutan mengalami penderitaan yang cukup berat di dalam sebuah masyarakat yang memprioritaskan mereka menguasai kefasihan dalam hal membaca (Stendberg, 2006 : 323).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi 3 mengungkap bahwa anak – anak Disleksia adalah anak – anak yang menderita sakit / gangguan khusus pada area penglihatan disertai pendengaran disebabkan karena adanya kelainan saraf dibagian otak sehingga anak – anak mudah mengalami kesulitan dalam hal membaca (KBBI : 2001 : 296).

Disleksia adalah penyakit yang menyerang anak – anak sehingga mereka mengalami gagal belajar membaca karena fungsi dari ‘neurologis’ / susunan dan hubungan saraf tertentu atau pusat saraf yang digunakan buat membaca tidak lagi berfungsi seperti biasa sebagaimana diharapkan seperti pada anak – anak normal lainnya (Partowisastro, 1986 : 50).

Dari beberapa pengertian yang menjelaskan tentang arti dari Disleksia tersebut di atas bisa disimpulkan bahwa Disleksia adalah penyakit yang diderita oleh kelompok anak – anak yang mengganggu pada bagian penglihatan dan pendengaran terkait dengan penggunaan kata – kata atau simbol dalam tulis menulis sebagai akibat karena fungsi neorologis / susunan dan hubungan saraf pada jaringan tertentu atau pusat untuk fungsi membaca sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Penyebab Disleksia 

Salah satu penyebab utama anak – anak mengalami Disleksia dalam melakukan pemprosesan penguasaan bahasa adalah karena terjadinya penumpukan atau pemusatan jaringan pada sistem saraf penghubung atau ‘confusing traffic jam of nerve signal’ yang menjadikan atau menciptakan sebuah proses penginformasian diantara saraf yang semakin mudah (Devaraj, 2006 : 36).

Disleksia secara ‘etiologi’ menurut para pakar diyakini merupakan sebuah gangguan jiwa karena disebabkan oleh adanya faktor keturunan dimana 23 hingga 64 persen orang tua atau kerabat pernah mengidap Disleksia yang diturunkan melalui kondisi ‘kromosom’ (Shaywitz, 2008 : 458). Beberapa penemuan terkait dengan keadaan kromosom menjadi salah satu ‘implikasi’ tentang tanda – tanda adanya kesulitan dalam membaca pada anak – anak yang bisa dicari dengan merunut dari kondisi orangtua atau kerabat yang kebetulan mengalami gangguan Disleksia.

Penyakit Disleksia mudah dikenali karena memiliki beberapa ciri antara lain mengalami ketidakmampuan untuk membedakan dan memisahkan bunyi terhadap kata – kata yang akan diucapkan. Anak – anak yang mengidap Disleksia mempunyai kesulitan dalam melakukan permainan pengucapan bunyi – bunyi yang terdengar mirip.

Ciri yang lainnya menurut Fanu (2007 : 60) adalah membaca sangat lamban dan berkesan tak yakin atas kata – kata yang mereka ucapkan. Memiliki kebiasaan menggunakan jari – jarinya guna mengikuti pandangan mata yang meloncat – loncat dari satu teks ke teks selanjutnya. Kadang – kadang melewatkan beberapa suku kata, frasa atau baris – baris dalam teks, menambahkan kata – kata atau frasa yang tak ada dalam teks yang sedang dibaca, suka membolak – balik susunan huruf dan suku kata dengan cara memasukkan huruf – huruf  lain, salah dalam melafalkan kata – kata tertentu dengan kata lainnya meskipun kata – kata bersangkutan yang diganti tak mengandung arti khusus dalam teks yang mereka sedang baca, dan suka membuat kata – kata sendiri yang tidak bermakna serta mengabaikan tanda – tanda baca.

Sedangkan bentuk – bentuk kesulitan dalam membaca untuk anak yang terkena Disleksia adalah sebagai berikut (Subini, 2011) :

Suka melakukan perubahan dengan cara menambahkan beberapa huruf ke dalam suku kata / ‘addition’ contohnya adalah batu menjadi baltu, menghilangkan beberapa huruf dalam suku kata / ‘omission’ contohnya adalah masak diubah menjadi masa, membolak – balik huruf, kata atau angka dengan cara dari kiri ke kanan / ‘inversion / mirroring’ contohnya adalah dadu menjadi babu, membalikkan bentuk kata, huruf atau angka dengan cara dari arah terbalik atas bawah / ‘reversal’ misalnya papa menjadi qaqa, dan suka mengganti huruf atau angka / ‘substitution’ seperti lupa menjadi luga, atau 3 ditambah menjadi 8.

Nah itulah pembahasan singkat dari kami tentang pengertian dan penyebab Disleksia, semoga bermanfaat !

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!