Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Ganyong

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Ganyong – Gangguan hama penyakit pada tanaman akan terjadi selama adanya proses pertumbuhan di lahan yang dimaksud disebabkan karena berbagai faktor antara lain bisa berupa campur tangan dari makhluk hidup maupun adanya bencana alam. Gangguan karena campur tangan makhluk hidup dinamakan gangguan Biologis sedangkan yang disebabkan oleh bencana alam dinamakan gangguan Mekanis.

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Ganyong
Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Ganyong

Yang paling sering menyerang adalah hama yaitu semua jenis binatang yang bersifat merugikan tanaman terutama tanaman yang berguna dan dibudidayakan oleh manusia dalam skala besar seperti tanaman hias, sayuran atau buah – buahan. Jika kelompok petani mengetahui tentang bagaimana cara hidup binatang – binatang yang merugikan tanaman yang dimaksud maka dengan mudah bisa mengendalikan atau mampu untuk melindungi tanaman dari serangan musuh – musuh tanaman yang sedang dibudidayakan / ‘proteksi’ tanaman.

Pengendalian terhadap hama penyakit yang terbagus dilakukan adalah secara Biologis dengan mengaplikasikan ‘predator’ atau parasit hama karena dengan cara ini maka binatang yang menjadi musuh dari tanaman yang sedang dikembangkan akan menjadi mati / bisa dimusnahkan. Maka dari itu perlu untuk mempelajari tentang ‘ekobiologis’ dari sekelompok binatang perusak yang disebut hama / penyakit, dimana hama bisa juga berasal dari jenis tanaman lain yang bersifat merusak tanaman utama di dalam satu area perkebunan, tegalan atau persawahan.

Hama / Penyakit Tanaman Ganyong Dan Cara Pengendalian

Ganyong mempunyai nama ilmiah yaitu ‘Canna Edulis’ merupakan salah satu jenis tanaman yang mampu hidup pada hampir semua jenis tanah. Namun disarankan untuk menanam Ganyong agar menghasilkan panen yang optimal di lahan dengan tanah yang berpasir dan kaya akan kandungan ‘humus’. Di samping itu Tanaman Ganyong bisa tumbuh hingga mencapai tingkat ketinggian rata – rata 2.500 di bawah permukaan laut / mdpl dan jika panen berhasil maka Tanaman Ganyong menghasilkan banyak Vitamin C dalam bulir – bulirnya yang cukup tinggi guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh bagi yang mengkonsumsi.

Amerika Selatan merupakan salah satu tempat / asal dari Tanaman Ganyong berasal, selanjutnya tanaman ini disebarluaskan hingga ke Asia, Afrika, Polinesia dan Australia. Ganyong merupakan salah satu tanaman yang jarang diserang oleh hama penyakit, meskipun demikian, tetap ada saja hama penyakit yang suka mengganggu Tanaman Ganyong terutama yang dikembangkan pada daerah – daerah yang membudidayakan tanaman ini secara intensif.

Berikut di bawah ini dikenal beberapa jenis Penyakit dan hama Tanaman Ganyong antara lain :

1. Belalang Dan Kumbang

Kedua jenis hama ini merupakan salah satu jenis hama yang paling sering menyerang Tanaman Ganyong dimana kerusakan yang disebabkan oleh kedua hama ini tidak secara langsung dapat dirasakan oleh petani. Belalang dan Kumbang suka menyerang Tanaman Ganyong dengan cara merusak dan memakan daun muda dari tanaman ini sehingga menyebabkan jumlah daun Tanaman Ganyong yang utuh menjadi berkurang secara otomatis dan menyebabkan proses fotosintesis menjadi terhambat dan berkurang lalu pembentukan umbi Ganyong pun menjadi terhambat.

Serangan yang dilakukan oleh Belalang dan Kumbang bisa dikendalikan dengan cara melakukan pemberantasan secara kimiawi yaitu mengaplikasikan insektisida. Jenis yang dipakai adalah ‘insektisida agrothion’ 50 dengan dosis 0,6 hingga 21 per hektar.

2. Agrotis Spp. / Ulat Tanah

Hama / penyakit jenis ini kerap menyerang Tanaman Ganyong yang masih berusia muda yaitu dibagian batang dan tangkai daun dari Tanaman Ganyong. Akan menyebabkan tanaman menjadi mudah roboh dimana kerusakan yang diakibatkan oleh hama / penyakit ini adalah kerusakan berat karena tanaman dalam usia muda sudah layu lalu mati. Untuk mengatasi serangan yang dilakukan oleh Ulat Tanah ini maka aplikasikan Kultur Teknis adalah dengan cara melakukan pembersihan rumput liar yang tumbuh subur di sekitar lahan Tanaman Ganyong dikembangkan.

Atau lakukan pengumpulan Ulat Tanah pada waktu pagi hari menjelang siang karena Ulat Tanah sedang berada di sekitar pangkal batang di permukaan tanah dari Tanaman Ganyong.

Memberantas hama / penyakit ini bisa juga dilakukan dengan menggunakan ‘insektisida’ yaitu ‘insektisida dursban’ 20 persen E.C. ‘phosvel’ 30 persen E.C. dan ‘hostathion’ sekitar 40 persen E.C.

Hama lainnya yang suka menyerang hasil panen tanaman ini adalah ‘Cobalus Cannae’ dan ‘Calopodes Ethlius’. Penyakit yang juga rentan menyerang Tanaman Ganyong adalah ‘Fusarium Sp.’, ‘Rhizoctonia Sp.’, dan ‘Puccinia Cannae’. Serangan yang dilakukan oleh hama / penyakit bersangkutan adalah terjadi pada umbi Tanaman Ganyong yang menjadi busuk. Maka dari itu hindari dengan segera, salah satu cara adalah dengan menghindari meletakkan umbi Ganyong pada tempat yang lembab.

Seperti dijelaskan di atas, Ganyong banyak memiliki manfaat terutama pada bagian umbi dari tanaman ini bermanfaat sebagai bahan dasar untuk pembuatan bahan makanan, sedangkan daun dari Tanaman Ganyong bisa digunakan sebagai bahan untuk pakan ternak. Ganyong Putih dan Ganyong Merah memiliki manfaat sebagai salah satu bahan makanan selingan contohnya adalah dalam bentuk umbi rebus. Dimana umbi dari Tanaman Ganyong bercita rasa gurih, agak manis dan memiliki tekstur pulen. Di samping itu umbi Ganyong bisa diproses lebih lanjut menjadi beragam bahan makanan untuk membuat roti, aneka jajanan basah tradisional, ragam cake, dawet, krecek Ganyong, dodol, selai, manisan, bahkan saat ini sudah tersedia makanan untuk bayi yang terbuat dari umbi Ganyong.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang pengendalian hama dan penyakit Tanaman Ganyong, semoga bermanfaat !

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!