Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jahe

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jahe – Tanaman jahe / zingiber officinale rosc adalah salah satu jenis temu – temuan yang keberadaannya cukup penting sebagai salah satu rempah – rempah yang bagus dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran tubuh yang mana tanaman ini memiliki banyak kegunaan terkait di dalamnya yaitu sebagai ramu – ramuan dan rempah – rempah dan bahan pendamping minyak atsiri bahkan akhir – akhir ini menjadi fitofarmaka.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jahe
Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jahe

Jahe  merupakan salah satu komoditas tanaman obat yang memiliki prospek cukup bagus untuk dikembangkan di pasar – pasar dalam negeri, regional maupun internasional.

Nilai tambah dari tanaman ini terletak pada rimpangnya yang umum dikonsumsi sebagai minuman penghangat tubuh, bumbu dapur, penambah dan memperkuat rasa serta bahan baku obat tradisional atau yang lebih populer dikenal dengan istilah jamu.

Rimpang jahe banyak mengandung minyak atsiri sekitar 0,25 s/d 3,3 persen yang terdiri dari zingiberene, curcumene, dan philandren. Rimpang jahe juga mengandung oleoresin sekitar 4,3 s/d 6 persen yang terdiri dari gingerol serta shogaol yang menimbulkan rasa pedas.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing

 Klasifikasi Jahe

Jahe memiliki klasifikasi sbb :
Kingdom Plantae
Divisio Spermatophyta
Subdivisi Angiospermae
Kelas Monococtyledoneae
Ordo Zingiberales
Famili Zingiberaceae
Genus Zingiber
Species Zngiber Oficinale R

Morfologi Tanaman Jahe

Seperti dijelaskan tersebut di atas bahwa jahe merupakan tumbuhan herba menahun yang tumbuh secara liar di ladang – ladang berkadar tanah lembab dan mendapatkan banyak sinar matahari. Batangnya tegak berakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar.

Morfologi Akar Tanaman Jahe

Akar merupakan bagian terpenting dari tanaman jahe yang mana pada bagian ini tumbuh tunas – tunas baru yang kelak akan menjadi tanaman sejati. Akar tunggal / rimpang tertancap kuat di dalam tanah dan makin membesar dengan pertambahan usia serta membentuk rhizoma – rhizoma baru.

Morfologi Batang Tanaman Jahe

Tanaman jahe tumbuh merumpun berupa tanaman terna tahunan berbatang semu. Tanaman bersangkutan tumbuh tegak setinggi 30 s/d 75 cm yang mana seluruh batang semunya terbentuk dari seludang daun yang memanjang, tertutup dan melingkar.

Bagian luar batang agak licin mengkilap berlapis lilin dan berwarna hijau tua. Batangnya basah karena banyak mengandung air sehingga digolongkan ke dalam herba.

Morfologi Daun Tanaman Jahe

Helaian daun memiliki tangkai berukuran pendek sepanjang 1 cm yang membentuk helaian – helaian daun lanset dengan ujung lancip dan panjang daun antara 15 s/d 23 cm dan lebar 0,8 s/d 2,5 cm. Tangkainya berbulu atau gundul dan saat daun mengering seperti mati maka pangkal tangkainya / rimpang tetap hidup dalam tanah. Rimpang bersangkutan kelak akan bertunas dan tumbuh menjadi tanaman baru setelah terkena hujan.

Morfologi Bunga Tanaman Jahe

 
Bunga – bunga jahe berupa malai yang tersembul pada permukaan tanah, membentuk tongkat atau bulat telur berukuran agak sempit.

Aroma bunga sangat tajam yang memiliki panjang malai bunga antara 4 s/d 5 cm dengan gagang bunga hampir tidak berbulu dengan panjang sekitar 25 cm. Sisik pada gagang sebanyak 5 s/d 7 buah berbentuk lanset yang letaknya berdekatan atau rapat dan hampir tumbuh tanpa bulu dengan panjang rata – rata antara 3 s/d 5 cm.

Daun pelindung bunga berbentuk bulat telur terbalik, bundar pada ujungnya serta tanpa bulu yang memiliki warna hijau cerah dengan panjang rata – rata 2 s/d 2,5 cm. Helaian mahkota bunga agak sempit berbentuk tajam berwarna kuning kehijauan dengan rata – rata panjang kisaran 1,5 s/d 2,5 mm dan lebar antara 3 s/d 3,5 mm sementara bibit bunga berwarna ungu, gelap dan berbintik – bintik putih kekuningan dengan panjang sekitar 12 s/d 15 mm dan ada kepala sari berwarna ungu dengan panjang sekitar 9 mm dan tangkai putiknya ada dua jenis.

Morfologi Rimpang Tanaman Jahe

Rimpang jahe membentuk umbi yang mana besar kecilnya umbi bergantung pada varietas tanaman bersangkutan.

Rimpangnya agak pipih membentuk cabang / ranting menuju ke segala arah yang saling tumpang tindih. Cabang – cabang rimpang yang berada di bagian atas dapat tumbuh membentuk batang – batang baru sedangkan yang berada di bagian bawah merupakan perakaran baru.

Rimpang jahe berbuku – buku dan gemuk agak pipih membentuk akar lateral / akar serabut yang mana rimpang tersebut tertanam kuat dalam tanah dan semakin lama semakin membesar sesuai dengan bertambahnya usia dengan membentuk rimpang – rimpang baru. Kulit luar rimpang mudah dikelupas yang mana rimpang yang dimaksudkan berkulit agak tebal membungkus daging rimpang / jaringan parenchyma yang di dalam sel – sel rimpang tersimpan minyak atsiri berbau wangi dan aromatis / oleoresin khas jahe.

Demikian kami menjelaskan dengan ringkas tentang klasifikasi dan morfologi tanaman jahe, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Panjang

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!