Kisah Penciptaan Nabi Adam (Keistimewaan)

Alam semesta beserta isinya, diciptakan Allah dalam 6 hari. 6 hari yang dimaksud disini merupakan waktu berjuta-juta tahun.

Kisah Penciptaan Nabi Adam (Keistimewaan)
Kisah Penciptaan Nabi Adam (Keistimewaan)

Penciptaan alam semesta dari proses tiada menjadi apa yang kita tahu saat ini memang membutuhkan waktu yang lama.

Dalam penciptaan alam semesta, Allah berencana untuk menciptakan khalifah yang akan menjaga salah satu ciptaan Allah yaitu bumi beserta isinya.

Pada awalnya, ketika Allah bermaksud untuk menciptakan manusia pertama yaitu Adam, rencana ini mendapat pertanyaan dari makhluk yang terlebih dahulu diciptakan yaitu malaikat.

Malaikat mempertanyakan mengenai rencana Allah menciptakan makhluk yang akan merusak bumi dan menimbulkan kebinasaan di muka bumi. Menjawab pertanyaan malaikat, Allah berfirman

“Aku lebih tahu akan apa yang kamu tidak mengetahuinya”

Mendengar jawaban Allah yang singkat namun penuh makna itu, malaikat berbisik diantara mereka, membenarkan bahwa Allah maha mengetahui segala perkara besar dan kecil, dhahir dan batin, yang kelihatan oleh mata maupun yang tidak.

Sesungguhnya, malaikat adalah makhluk yang mulia. Tiada dari mereka yang akan ingkar pada Allah.

Namun Nabi Adam diciptakan dengan berbagai keistimewaan yang dibawanya. Keistimewaan yang dibawa oleh Adam antara lain;

  1. Adam merupakan manusia pertama. Sebelum Adam, tak ada manusia lain. Semua manusia yang ada di bumi merupakan turunan Adam. Diantara anak cucu Adam, akan ada yang menjadi Nabi dan Rasul, menjadi orang suci.
  2. Adam diciptakan oleh Allah menggunakan “tangan” Nya” sedangkan manusia selanjutnya diciptakan dengan perkataan-Nya yaitu “bila Allah menghendaki, maka jadilah” dan jadilah apa yang dikehendaki Allah itu.
  3. Selain sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah, Adam juga merupakan Nabi yang mendapat wahyu dari Allah. Menurut para ulama, para Nabi dan Rasul derajat kemuliaannya sama dengan malaikat.
  4. Sama seperti malaikat, Adam dikarunia kesadaran dan pengertian yang juga disebut dengan akal. Akal inilah yang membantu Adam beserta turunannya untuk menyadari kebesaran Allah yang menciptakan dirinya dan seluruh alam serta mengerti perintah dan larangan Allah.
  5. Adam sebagai manusia, diciptakan dengan sebaik-baiknya, dia memiliki jasmani dan rohani dengan roh, hati dan nafsu sehingga dia menjadi makhluk yang berperadaban dan berkebudayaan serta terus maju.
  6. Adam beserta turunannya diciptakan Allah sebagai khalifah atau penguasa dan pengatur di bumi, sama seperti malaikat yang diciptakan sebagai pengatur dan penjaga di langit. Keduanya harus saling menghormati sebagai pengemban tugas masing-masing.

Segala keistimewaan ini membuat malaikat diwajibkan Allah untuk bersujud kepada Adam sebagai tanda bahwa malaikat menghormati Adam.

Namun dari makhluk yang diciptakan oleh Allah, ada satu makhluk yaitu iblis yang menolak untuk bersujud kepada Adam.

Iblis menganggap dia yang diciptakan dari api lebih mulia daripada Adam yang diciptakan dari tanah. Karena kesombongan inilah, iblis diusir dari surga karena surga Allah bukanlah tempat untuk orang yang sombong.

Iblis yang terusir dari surga, bersumpah untuk menggoda anak Adam dan keturunannya. Namun Allah menganugerahi Adam beserta manusia dengan akal untuk mempertimbangkan segala perilaku buruk.

Namun iblis yang marah kepada Adam terus berusaha untuk mencari kelemahan-kelemahan Adam agar ia dapat melakukan bujuk rayu kepada Adam dan keturunannya.

Manusia, memang memiliki akal, namun manusia juga memiliki nafsu yang banyak ragamnya, memiliki tabiat dan karakter yang di dalamnya terdiri dari kelemahan-kelemahan yang apabila tak dijaga akan memberikan tempat bagi iblis untuk melancarkan tipu muslihatnya.

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!