Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hubungan antara Sintesis Protein dan Ekspresi Gen

Hubungan antara Sintesis Protein dan Ekspresi Gen – Sintesis protein merupakan proses mengubah asam amino menjadi protein yang dibantu oleh DNA dan RNA.

Hubungan antara Sintesis Protein dan Ekspresi Gen
Hubungan antara Sintesis Protein dan Ekspresi Gen

Dalam sintesis protein, terdapat dua proses, yaitu transkripsi dan translasi. Selama proses sintesis protein, pengubahan asam amino akan dibantu oleh ekspresi gen.

Ekspresi gen merupakan proses penerjemahan informasi yang di kode didalam gen menjadi urutan asam amino. Ekspresi gen juga berarti cara sel memperlihatkan ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan gen-gen yang dia miliki.

Pada proses sintesis protein, DNA akan melakukan pengkodean informasi genetik sesuai dengan yang dibutuhkan. Proses sintesis protein yang melibatkan ekspresi gen akan berbeda antara prokariotik dan eukariot.

Pada prokariotik, transkripsi yang dilakukan di molekul DNA disalin menjadi nukleotida RNA, namun hanya pada satu untaian DNA saja.

Di prokariot, juga terdapat operon lac, yaitu beberapa gen yang ekspresinya dilakukan oleh satu promotor. Pada saat proses transkripsi, operon lac akan menghasilkan satu mRNA yang membawa kode genetik untuk polipteda.

Contoh dari prokariot adalah bakteri E.Coli yang menggunakan tiga enzim untuk memetabolisme laktosa.

Dengan adanya laktosa, represor yang dapat menonaktifkan operan lac tidak akan aktif sehingga ini memungkinkan RNA polimerase menuju ke operan lac untuk melakukan proses transkripsi dan memetabolisme laktosa menjadi glukosa dan galaktosa

Sedangkan pada eukariotik, polipteda yang berkaitan dengan bagian transkripsi pada eukariotik lebih panjang daripada prokariotik, sehingga makanismenya akan menjadi lebih panjnag.

Kontrol ekspresi gen pada eukariot terjadi melalui tahap transkripsi yaitu peningkatan aktivitas RNA Polimerase dengan bantuan enhancer yang akan berikatan dengan daerah promotor. Kemudian terjadi proses transkripsi dan modifikasi yaitu melalui proses pembuangan intron yang menyisakan bagian ekson saja.

Saat hasil transkripsi dibawa dari inti sel menuju sitosol, maka akan terjadi pemendekan ekor poli-A, tahapan ini disebut sebagai kestabilan transkripsi. Tahapan terakhir adalah modifikasi translasi yang berbentuk modifikasi kovalen yang disebabkan oleh modifikasi kimia seperti asetilasi atau metilasi.

Sehingga dapat diketahui bahwa proses sintesis protein dan pengubahan asam amino tak dapat terjadi tanpa melalui proses ekspresi gen, karena ekspresi gen lah yang melakukan proses metabolisme.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!