Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Eks Pelabuhan Buleleng

Eks Pelabuhan Buleleng – Terletak di sudut taman kota yang strategis, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Singaraja, Pelabuhan Buleleng atau yang populer dikenal dengan nama Ex Pelabuhan Buleleng merupakan salah satu kawasan wisata bersejarah yang memiliki panorama alam cukup alami dan indah di kunjungi ketika anda sedang berlibur di jantung Kota Singaraja. Dengan latarbelakang objek wisata pantai nan asri, di pagi hari ombaknya yang tenang dimana banyak nelayan tradisional yang melaut untuk menangkap ikan, patut dimasukkan sebagai tujuan wisata utama dalam agenda wisata anda.

Akses guna menuju ke kawasan wisata pantai di Eks Pelabuhan Buleleng tersebut di atas sangatlah mudah. Akomodasi tersedia lancar. 5 menit perjalanan dibutuhkan dari pusat kota, berjarak sekitar 2,5 km dari arah utara pusat Kota Singaraja atau sekitar 20 menit perjalanan. Sedangkan dari Bandara Ngurah Rai di Kota Denpasar hanya membutuhkan waktu sekitar 150 menit perjalanan.

Baca Juga : Mekanisme Bagi Hasil

Seperti diketahui bahwa kawasan wisata Pantai Lovina merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang dikenal memiliki air laut dengan ombak yang sangat tenang di sepanjang tahun. Pantai ini sebagian memiliki pasir pantai yang berwarna hitam, dan yang lainnya bercampur butiran pasir putih, serta  pada waktu musim kemarau, di sepanjang pinggir pantai banyak dijumpai kerang laut dan karang laut berserakan yang saat ini dimanfaatkan oleh ibu – ibu PKK setempat untuk dirangkai menjadi benda seni sebagai fungsi souvenir yang dijual kepada turis asing banyak melancong ke kawasan wisata ini.

Juga tak jauh dari pinggir pantai, anda bisa melihat sekumpulan ikan – ikan tropis yang berenang cukup jinak, mampu menambah keindahan dan mascot terhadap tempat wisata di Lovina yang lokasinya menjadi rangkaian kelanjutan dari Ex Pelabuhan Buleleng tersebut di atas. Pantai yang berada di 7 km barat daya dari Ex Pelabuhan Kota Singaraja ini memiliki kondisi alam di sekitarnya yang masih sunyi, berkesan masih sebagai sebuah daerah yang perawan, dan kondisi perairan laut yang tenang adalah keindahan tak terlupakan bagi pelancong apalagi jika beruntung bisa melihat aktifitas lumba – lumba yang kadang – kadang muncul di pagi hari.

Pelabuhan Buleleng pada jaman dulu merupakan salah satu tempat bongkar muat barang dan persinggahan beberapa kapal pesiar asing besar yang membawa para wisatawan dari mancanegara.

Kondisi ini ditandai dengan banyaknya berdiri bangunan – bangunan tua bergaya arsitektur warga China keturunan yang berdiri agak semrawut di sekitar pelabuhan adalah menjadi saksi bisu terhadap kejayaan Pelabuhan Buleleng sepanjang masa.

Di salah satu sudut Pelabuhan Buleleng terdapat sebuah bangunan besar sebagai bekas kantor pelabuhan yang dibangun oleh Kolonial Belanda pada jaman dulu, dimana bangunan ini hingga saat ini terlihat berdiri kokoh dengan tata arsitekturnya masih terlihat asli peninggalan bangunan klasik dan kuno dari Kolonial Belanda. Di depan gedung terdapat sebuah papan nama yang bertuliskan “ Societiet Boleleng ”.

Hal ini bisa dihubungkan sebagai salah satu bukti peninggalan Kolonial Belanda pada jaman dulu yang keberadaannya tetap dijaga kelestarian sebagai salah satu wujud percampuran budaya oleh warga setempat, tepatnya berdiri di sebelah timur Eks Pelabuhan Buleleng dimana terdapat sebuah jembatan melengkung yang menghubungkan antara Buleleng Timur dan Kota Singaraja.

Selanjutnya, Pelabuhan Buleleng mulai ditata sedemikian rapi oleh pemerintah setempat dibantu dengan badan organisasi lainnya yang terkait secara langsung, dengan menambahkan beberapa taman indah berisikan sekumpulan tanaman hias tanpa bunga yang berdaun indah dalam balutan warna – warna cerah seperti hijau, merah, cokelat atau kuning, bersanding serasi dengan hijaunya rerumputan yang menyelimuti petak – petak tanah kosong di bawahnya dan pada hari – hari tertentu dilakukan pengecetan ulang terhadap beberapa bangunan berusia tua peninggalan Kolonial Belanda tersebut di atas, dimulai pertama kali sekitar tahun 2005 yang lalu. Sekarang ini anda bisa melihat kayu – kayu tua bekas dermaga tua sudah diganti dengan area food counter berupa restoran terapung.

Kini, Pelabuhan Buleleng atau Eks Pelabuhan Buleleng dimanfaatkan sebagai objek wisata sejarah dengan mengandalkan kondisi pantainya yang mampu menarik minat turis asing untuk berkunjung, sambil tak lupa untuk mencicipi wisata kuliner khas warga Buleleng sebagai menu santap makan siang atau makan malam anda bersama dengan keluarga, pasangan kekasih atau teman – teman terdekat.

Wisatawan yang datang baik itu pelancong lokal maupun turis mancanegara bisa menikmati banyak objek wisata di Ex Pelabuhan Buleleng ini, dimana anda akan dimanjakan oleh tersedianya fasilitas – fasilitas lumayan memadai di sepanjang kawasan wisata Eks Pelabuhan Buleleng yang sangat luas ini. Berikut beberapa yang bisa kami jelaskan, dirangkum dari berbagai sumber berita :

  1. Taman bermain untuk anak – anak
  2. Restoran dengan ragam masakan Indonesia dan Mediterania
  3. Toilet yang aman dan bersih
  4. Pos jaga keamanan
  5. Spot olahraga
  6. Tempat memancing di ujung restoran terapung
  7. Sebuah Pura Segara dengan mengusung arsitektur khas Bali dan pada pintu gapura diberi sedikit ornamen bergaya China yang etnis dan klasik, biasanya digunakan oleh umat Hindu ketika sedang ada upacara keagamaan melasti menjelang Hari Raya Nyepi dan ketika ada Piodalan Pura terhadap warga setempat
  8. Fasilitas kantor UPTD, Pengelola Objek Wisata Eks Pelabuhan Buleleng
  9. Toko – toko untuk membeli souvenir khas Buleleng.

Tiket masuk ke area Eks Pelabuhan Buleleng adalah gratis tetapi anda diwajibkan untuk menyumbang untuk tiket parkir per sepeda motor sebesar Rp. 500 / sepeda motor, dan Rp. 1.000 / roda empat.

Kegiatan lain yang membuat para wisatawan bisa dengan santai dan betah lama – lama berdiri di pinggir pantai adalah anda bisa menikmati panorama sunset yang sangat mempesona tak kalah cantiknya dengan kawasan pantai lainnya di Pulau Bali.

Terdapat juga sebuah bangunan Klenteng berukuran besar nan megah di pinggir kota yang menghadap ke arah laut, tepatnya di dekat pintu masuk sebelah timur, dengan mengaplikasikan arsitektur bangunan bergaya oriental bercat warna merah menyala yang kelihatan semakin cantik di area kawasan wisata, bernama Ling Gwan Kiong, merupakan sebuah klenteng berusia tua namun masih aktif digunakan untuk acara – acara persembahyangan dan berdoa oleh umat Budha dan Hindhu – Budha serta tempat upacara pernikahan bagi warga China keturunan. Wisatawan diperbolehkan untuk melihat isi klenteng, yang akan dipandu dengan senang hati oleh seorang penjaga kelenteng.

Eks Pelabuhan Buleleng tepat dikunjungi saat pagi hari sambil berolahraga seperti lari pagi atau senam sekedar menikmati udara pagi pelabuhan yang segar, maupun sore hari ataupun menjelang petang hari guna berburu wisata kuliner dimana pada waktu malam hari dijumpai pasar kaget dimana banyak terdapat warung – warung makan angkringan dengan gerobak dorong masing – masing yang menjajakan ragam makanan murah meriah ala Nusantara seperti bakso, gorengan, mie ayam, nasi be guling, es campur, nasi goreng dan lalapan, sate lontong, dan masakan China yang terkenal lezat tersebut.

Baca Juga :

Pada waktu hari libur seperti Sabtu atau Minggu, banyak pelancong lokal berusia belia berkunjung kesini untuk melakukan kegiatan santai yang cukup menyenangkan seperti memancing ditemani dengan hangatnya sinar mentari di waktu pagi hari yang cerah, dimana para mancing mania bisa menyalurkan hobinya dengan duduk – duduk santai di pinggir beton yang menjorok ke tengah laut.

Tersedia tempat memancing favorit di ujung restoran terapung dimana selain memancing, mereka bisa menyaksikan kebisuan alam nan sunyi berupa angin semilir dan panorama sunset yang indah nun jauh di kaki langit di tengah samudera dari Pelabuhan Buleleng.

Anda bisa menikmati objek wisata alam gratis tersebut di atas bersama dengan keluarga dan orang – orang tercinta. Karena suasana di sekitar sangat romantis, tenang dan damai.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!