Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi –¬†Tanaman padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman yang berfungsi sebagai sumber utama makanan pokok bagi masyarakat dalam usaha pemenuhan kebutuhan pangan, Dalam budidayanya, tanaman padi tak lepas dari serangan hama dan penyakit yang dapat menyebabkan gagal panen.

Untuk dapat menunjang produksi dan tidak menyebabkan gagal panen, perlu diketahui bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit tanaman padi.

  1. Penggerek batang

Hama ini dapat merusak tanaman dalam semua fase tumbuh. Penggerek batang ditandai dengan munculnya ngengat (kupu-kupu), kematian tunas padi, kematian malai, dan adanya ulat penggerek batang.

Pengendaliannya adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan jenis varietas padi yang tahan hama
  • Menggenangi sawah 15 hari pasca panen agar kepompong mat
  • Menggunakan nsektisida (merek Curatee 3G, Dharmafur 3G, Karphos 25)
  1. Penyakit bercak daun cokelat

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Helmintosporium oryzae yang ditandai dengan munculnya bercak warna cokelat pada daun, pelepah, malai, dan buah. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan,

  • Perendaman benih menggunakan air panas
  • Pemberian pupuk yang berimbang, sesuai takaran, tidak berlebih
  • Menggunakan jenis padi dengan varietas tahan hama maupun penyakit
  1. Walang sangit

Gejala yang ditimbulkan apabila tanaman padi terkena hama walang sangit adalah buah padi menjadi berkerut, berwarna kecokelatan, tampak bekas hisapan dari walang sangit. Cara pengendaliannya adalah sebagai berikut,

  • Menggunakan jenis varietas yang tahan hama
  • Peningkatan kebersihan pada area sawah
  • Memusnahkan telur dari hama walang sangit
  • Menggunakan insektisida (Dharmabas 500 EC, Dharmacin 50 WP, Bassa 50 EC)
  1. Penyakit blast

Penyakit ini disebabkan karena jamur Pyricularia oryzae yang ditandai dengan pembusukan pada daun dan tangkai malai serta menghambat proses pemasakan bulir padi dengan banyak kekosongan pada bulir. Cara pengendaliannya adalah sebagai berikut,

  • Penggunaan jenis padi yang tahan hama dan penyakit
  • Pemberian pupuk N
  • Penggunaan fungisda (Fongorene 50 WP).

Baca Juga :

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!