Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Menanam Dan Budidaya Kangkung Darat

Cara Menanam Dan Budidaya Kangkung Darat  – Dikenal 2 jenis Kangkung yang menjadi prospek menggiurkan untuk ditekuni dalam skala besar maupun skala kecil, pertama adalah Kangkung Darat dan Kangkung Air.

Terdapat perbedaan mencolok diantara kedua jenis Kangkung tersebut yang terletak pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung Darat / ‘Ipomoea Reptans’ memiliki warna hijau terang pada daun – daunnya yang memiliki ujung runcing dengan warna bunga adalah putih.

Sedangkan pada Kangkung Darat / Ipomoea Aquatica mempunyai daun yang berwarna hijau tua dan gelap, dengan ujung daun membulat dan tumpul sehingga terlihat lebih besar dan lebar dengan dilengkapi warna bunga adalah ungu putih.

Kebiasaan 2 jenis Kangkung tersebut di atas selain terletak pada ciri fisik juga cara memanen yang berbeda – beda. Kangkung Darat dipanen dengan cara dicabut sedangkan Kangkung Air dipanen dengan cara dipotong tunas – tunas muda.

Melalui artikel kami kali ini hanya akan membahas tentang cara budidaya Kangkung Darat saja untuk memudahkan yang tertarik menekuni bisnis ini agar mengenal sepintas lalu tentang hal – hal terkait dengan kegiatan ini.

Budidaya Kangkung Darat disarankan dilakukan pada dataran rendah namun tak menutup kemungkinan bisa dilakukan pada dataran tinggi. Dimana untuk mampu tumbuh dan berkembang dengan sempurna, budidaya Kangkung Darat harus memperoleh curah hujan yang mencukupi dibarengi sinar matahari yang tepat.

Penyiapan Benih Untuk Budidaya Kangkung

Untuk memperoleh tanaman Kangkung yang bagus maka harus dilakukan seleksi pemilihan benih dimana dikenal beberapa benih unggul Kangkung Darat yang cukup terkenal antara lain varietas Sutera dan Bangkok.

Benih Sutera adalah benih Kangkung Darat unggulan yang berasal dari Hawai dimana pertama kali diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1980 oleh Departemen Pertanian. Meskipun diketahui bahwa Sutera adalah yang terbaik, saat ini yang banyak beredar adalah varietas Kangkung Darat keluaran Jawa Timur / Sidoarjo bernama Kangkung Darat Bisi dan Panah Merah.

Terbaik dari benih Kangkung Darat adalah mempunyai daya tumbuh kisaran 95 % dengan kondisi tumbuh tegak hingga berumur 8 minggu. Usahakan hindari memilih benih yang sudah terlalu lama disimpan karena berpengaruh buruk terhadap produktivitas akan menurun.

Pengolahan Lahan Dan Melakukan Pemupukan Dasar

Tanah dicangkul agar gembur lalu dibuat bedengan dengan ukuran lebar 1 m dan panjang disesuaikan dengan luas petak terhadap lahan. Jarak antar bedengan antara 30 s/d 40 Cm dengan memiliki fungsi sebagai penyalur ‘drainase’ untuk proses pemeliharaan dan pemanenan.

Nah untuk budidaya Kangkung organik, anda sebelumnya harus menyiapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik atau pupuk kompos. Tebarkan pupuk tersebut pada bagian atas bedengan kira – kira 10 ton per hektar untuk selanjutnya didiamkan kira – kira selama 2 s/d 3 hari.

Proses Penanaman

Penanaman terhadap budidaya Kangkung Darat bisa ditebar secara langsung atau melalui proses ditugal. Cara ditebar adalah dengan melakukan penebaran benih di atas bedengan yang rata – rata membutuhkan 5 s/d 10 Kg benih per hektar. Membutuhkan pekerja yang trampil agar hasil tebar bisa dilakukan dengan merata.

Sedangkan cara yang kedua adalah ditugal yang memiliki keuntungan dapat mengatur jarak tanam sehingga memperoleh kerapatan populasi tanaman Kangkung yang cukup pas.

Jarak tanam dengan ditugal adalah rata – rata kisaran 10 x 5 Cm dengan masing – masing lubang diisi 2 s/d 3 biji benih. Penugalan jangan terlalu dalam karena seperti diketahui bahwa budidaya Kangkung Darat tak membutuhkan sistem perakaran yang cukup kuat.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!