Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek

Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek – Anggrek terkenal dengan keindahannya sehingga banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias. Anggrek tidak mengacu pada satu jenis tanaman; suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan suku tumbuhan berbunga dengan jenis terbanyak. Di Indonesia sendiri disebutkan bahwa terdapat 5000 spesies anggrek dari total 30.000 spesies anggrek di seluruh dunia.

Budidaya Tanaman Hias Anggrek

Cara budidaya tanaman anggrek cukup mudah. Selama dirawat dengan baik, anggrek bisa tumbuh di berbagai iklim. Berikut merupakan langkah-langkah budidaya anggrek.

  1. Pemilihan bibit

Pilih bibit bunga anggrek yang telah berusia sekitar 1 tahun, serta mengeluarkan daun dan akar. Tanam bibit yang tersebut di dalam plastik selama 3 bulan, kemudian pindahkan ke dalam pot dengan diameter 6-12 cm. Berikan pupuk organik selama proses pembibitan agar anggrek dapat tumbuh maksimal. Pindahkan anggrek ke dalam pot yang berukuran lebih besar setelah 3 bulan.

  1. Pemilihan media tanam

Media tanam anggrek sangat dipengaruhi oleh jenis anggreknya. Sebenarnya terdapat 5 jenis anggrek berdasarkan tempat tumbuhnya. Tetapi yang paling umum dibudidayakan ada 2, yaitu anggrek epifit dan anggrek terestrial. Anggrek epifit hidup dengan menumpang pada tanaman lain tanpa merugikan inangnya, dan anggrek terestrial dapat tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung.

  1. Pemilihan lokasi

Meskipun anggrek dapat tumbuh di berbagai iklim, perhatikan intensitas sinar matahari, suhu, kelembapan, dan lainnya yang akan berpengaruh pada pertumbuhan anggrek. Pemilihan lokasi budidaya anggrek sangat dipengaruhi pada jenis anggrek yang akan dibudidayakan.

  • Sinar matahari

Seperti yang telah disebutkan, anggrek terestrial memerlukan cahaya matahari langsung. Tanam anggrek jenis ini di tempat terbuka, tanpa peneduh apa pun. Contohnya adalah anggrek Vanda, anggrek Arachnis dan anggrek Renanthera.

Kemudian ada pula jenis anggrek yang dapat tumbuh baik di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jenis anggrek yang cocok dalam kondisi ini adalah anggrek Ancedium atau anggrek Cattleya.

Yang terakhir adalah jenis anggrek yang yang tidak suka terkena sinar matahari, sehingga harus ditempatkan di tempat yang teduh. Contohnya adalah anggrek Paphiopedilum dan anggrek Phalaenopsis.

  • Suhu dan kelembapan

Idealnya suhu yang dibutuhkan dalam budidaya tanaman hias anggrek adalah 14-36 derajat celsius. Untuk anggrek berdaun lebar, suhu idealnya berkisar pada 21 derajat celsius. Bunga anggrek akan berbunga sempurna jika suhunya sesuai.

  • Kelembapan udara

Kelembapan yang dibutuhkan berbanding lurus dengan suhu. Makin tinggi suhu, kelembapan juga makin tinggi. Anggrek kurang tahan dengan kondisi terlalu basah. Sirami anggrek secara rutin untuk menjaga keseimbangan kelembapan di sekitarnya saja.

  • Ketinggian lokasi

Spesies anggrek yang berbeda tumbuh pada ketinggian yang berbeda. Anggrek Cymbidia dan anggrek Ciltonia cocok ditanam pada ketinggian 1001 mdpl. Sementara anggrek Dendrobium, Oncidium dan Cattleya tumbuh dengan maksimal pada ketinggian 500-1000 mdpl. Kemudian pada ketinggian 500 mdpl, anggrek Vanda dan anggrek Arachis adalah pilihan yang tepat.

Pastikan pula anggrek dibudidayakan di lokasi yang berangin sedang.

Setelah bibit dipindahkan ke pot utama, perawatan yang dibutuhkan sangat bergantung pada jenis anggrek yang ditanam. Pilihlah jenis anggrek yang sesuai dengan lokasi yang Anda miliki dan konsultasikan cara budidaya seperti apa yang paling cocok pada ahlinya.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!