Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Budidaya Kentang di Dataran Tinggi

Cara Budidaya Tanaman Kentang – Kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk dalam tumbuhan berkeping dua (dikotiledone) dari keluarga Solanaceae.

Tanaman ini merupakan tanaman semusim yang mempunyai kemampuan berkembang biak secara vegetatif melalui umbi. Tanaman kentang akan tumbuh subur di daerah yang beriklim dingin, namun suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan tanaman kentang tidak dapat tumbuh subur.

Ketinggian yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kentang adalah pada kisaran tinggi 1000-2000 meter dari permukaan laut dan dengan suhu 14-22 derajat celcius. Kemudian untuk curah hujan yang baik selama periode pertumbuhan tanaman kentang adalah 1000-1500 mm. Apabila curah hujan terlalu tinggi bisa menyebabkan kebusukan pada umbi.

Kondisi tanah yang baik adalah tanah gembur yang banyak mengandung unsur hara. Tanah yang keras dan padat akan menghambat pembentukan dan perkembangan umbi.

Seperti halnya berbudi daya jenis tanaman pangan lainnya, ada beberapa tahapan teknik budi daya kentang yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa tahapan cara menanam kentang.

  1. Pengolahan Lahan

Tanah untuk budi daya kentang harus digemburkan terlebih dahulu, dengan cara membajak atau mencangkul. Tanah dibajak atau dicangkul dengan kedalaman kurang lebih 30 cm. Untuk kondisi tanah tertentu, pembajakan dapat dilakukan hingga 2 atau 3 kali sampai tanah benar-benar gembur. Setelah selesai pembajakan kemudian dilakukan penjemuran area tanam minimal satu minggu. Untuk drainase dapat dibuat bedengan dengan lebar 80 cm, tinggi 10 cm serta panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan kurang lebih 40 cm untuk akses aliran air hujan agar tidak menggenangi bedengan.

  1. Pemberian Pupuk Dasar

Setelah pengolahan lahan untuk tanaman selesai, selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar. Pupuk dasar ditaburkan secara merata diatas bedengan. Pupuk yang baik digunakan untuk tanaman kentang atau umbi-umbian lain adalah pupuk kandang yang telah matang, dengan dosis 20-30 ton per hektar lahan atau bisa juga ditambahkan pupuk NPK sebanyak 300-350 kg per hektar lahan. Kemudian pupuk dicampur dengan tanah agar tidak tergerus air saat hujan turun dan membiarkanya selama 10-15 hari sebelum penanaman dilakukan.

  1. Persiapan Bibit dan Cara Menanam Benih

Untuk mendapatkan tanaman yang sehat, pilihlah umbi yang sehat, tidak terinfeksi penyakit dan dipanen pada usia yang cukup. Bibit yang akan digunakan sebaiknya berasal dari umbi yang sudah berumur dengan ciri umbi kuat, massa umbi 30-45/50 gram atau 45/50-60 gram dengan besar rata-rata 30-35 mm atau 45-50 mm, dan memiliki tiga hingga lima mata tunas. Varietas yang baik digunakan Granola, Cipanas, Atlantik M, Repita, Amabile dan Maglia. Untuk mendapatkan umbi yang baik dan berkualitas dapat dilakukan dengan pemilihan dan cara:

– Umbi yang baik adalah umbi yang bertunas dan juga kuat yang telah melewati proses penyimpanan 4 bulan setelah panen

– Benih yang bagus adalah yang telah tumbuh tunas kurang lebih 2 cm dan jumlah tunas mencapai 3 hingga 5 tunas per umbi.

– Permukaan umbi harus bersih, mulus dan bebas dari cacat.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!