Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Arti Ambigu adalah

Arti Ambigu adalah – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti ambigu adalah bermakna lebih dari satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya). Bisa diartikan juga bermakna ganda.

Secara umum, istilah ambigu diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak jelas, atau tidak pasti. Penyebab ambigu salah satunya dikarenakan struktur kalimat tidak tepat, intonasi yang tidak tepat, atau pemakaian kata yang sifatnya polisemi.

Jika dilihat dari sisi etimologi, ambigu berasal dari Bahasa latin ‘ambiguus’ yang ‘artinya bergerak dari sisi ke sisi atau tidak pasti’ atau ‘keadaan yang meragukan’. Ambiguus sendiri berasal dari kata ‘ambigere’ yang artinya ‘pergi ke tempat yang belum pasti’, ‘berjalan tanpa arah’, ‘keragu-raguan’.

Ambigu digunakan dalam berbagai situasi, dan yang paling umum adalah istilah ‘kalimat ambigu’ atau ‘frasa ambigu’. Ambiguitas dibedakan menjadi 3 kategori sebagai berikut:

Pertama adalah Ambiguitas Fonetik, terjadi karena adanya kesamaan bunyi yang diucapkan, umumnya terjadi dalam dialog sehari-hari. Contoh adalah kata tahu, dimana bisa diartikan sebagai ‘jajanan yang dibuat dari kedelai’ atau ‘memberi informasi baru’.

Kedua adalah Ambiguitas Gramatikal, terjadi karena ada pembentukan tata bahasa dalam kata, frasa, dan kalimat. Contohnya adalah frasa ‘gigit jari’, dimana bisa diartikan sebagai ungkapan ‘kekecewaan’, atau menggigit jari dalam arti sesungguhnya.

Ketiga adalah ambiguitas leksial, terjadi karena faktor kata itu sendiri, karena pada dasarnya setiap kata bisa punya lebih dari satu arti, tergantung penggunaannya dalam kalimat. Contohnya penggunaan kata ‘menggali’, bisa diartikan sebagai ‘membuat lubang di tanah’ atau ‘mencari’ atau ‘menelusuri’.

Ambiguitas dapat terjadi disebabkan faktor-faktor berikut:

Pertama adalah faktor morfologi, dimana sumbernya adalah pembentukan kata itu sendiri di dalam kalimat. Faktor berikutnya yaitu faktor susunan kata/sintaksis, dimana penyebabnya adalah susunan kata dalam suatu kalimat. Faktor berikutnya yaitu faktor struktural, dimana penyebabnya adalah struktur kata pada suatu kalimat. Tanda baca dan tambahan kata pada suatu kalimat bisa menyebabkan perubahan makna kalimat secara menyeluruh.

Sudah selayaknya ambiguitas dihindari untuk mencegah timbulnya salah persepsi. Namun hal ini kadang sengaja dilakukan oleh pengusaha untuk memanipulasi tafsiran konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

About the Author: admin

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!